Ini Cara Tetap Happy dan Jaga Kesehatan Mental Selama Ramadan

 
NOVA.id - Ramadan tahun ini terasa berbeda.

Karena kita harus diam di rumah saja, sehingga tidak ada tradisi ngabuburit mencari takjil atau berbuka puasa bersama alias bukber di luar, baik dengan keluarga maupun teman-teman.

Ya, benar-benar sunyi karena harus menjalani karantina dan social distancing.

Tak heran bila kondisi ini membuat kita merasa seperti terjebak dalam rasa bosan, cemas, hingga marah, nah, kalau dibiarkan, ujung-ujungnya kita bisa stres.

Tentu, ini tak baik untuk kesehatan mental dan tubuh kita, pasalnya kesehatan mental secara tak langsung bisa memengaruhi kesehatan fisik juga

Sedangkan, kita harus tetap berpuasa, ditambah wajib menjaga imunitas tetap prima agar tak terserang virus, karena itu, bila Anda mulai merasa cemas atau tertekan berlebihan, segera tangani, supaya tidak berlanjut.

Bagaimana caranya?

Menurut Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi., psikolog, hal pertama yang penting untuk kita lakukan adalah menerima terlebih dulu rasa yang muncul pada diri.

Sadari dan terima bahwa kita memang sedang merasa tidak nyaman karena rutinitas tidak
berjalan seperti biasanya.

“Nah, sembari menyadari dan menerima, cobalah juga sambil dipilah-pilah rasa “tidak nyaman” ini merupakan campuran dari rasa apa saja. Kenapa ini dibutuhkan? Karena pada dasarnya, pilihan perilaku yang bisa dilakukan untuk bisa menetralisir rasa, itu berbeda beda,” jelas Prita.

Misalnya, di tengah ketidaknyamanan itu ada rasa marah, ini adalah suatu rasa dengan energi sangat besar dan harus dikeluarkan.

Bagaimana cara mengeluarkannya?

Kita bisa mentransfer rasa marah dan stres dengan jalan kaki, olahraga, pukul-pukul bantal, atau aktivitas lain yang dapat mengeluarkan energi tersebut.

"Di situasi ini, sangat mungkin perasaan tidak nyaman lebih sering muncul. Perlu disadari, kapan rasa tersebut muncul sehingga kita bisa melakukan antisipasinya,” ujar Prita.

Tak perlu juga jadi panik dan kepikiran saat perasaan ini datang, ya.

Ingatlah, kondisi perasaan seperi ini sangat wajar kita alami, sebab saat ini tekanannya sangat jauh lebih besar dan membuat tubuh membutuhkan energi yang juga jauh lebih besar.

Nah, jika emosi memang sedang sangat tidak stabil, kita bisa melakukan penanganan dengan emotional stress release (ESR) terlebih dahulu.

Ambil waktu sejenak dan tekan dua titik di area dahi, masing-masing di atas alis.

Titik tersebut ditekan sembari mengatur napas agar kembali teratur, sehingga akan membantu kit untuk merasa lebih tenang.

"Kunci dari ESR itu adalah pernafasan. Sambil diatur napasnya agar terpola kembali. Jadi, kalau masih terasa tegangnya, tarik napasnya agak panjang, lalu diembuskan. Nah, karena disebut ESR, sangat mungkin saat proses ini, orang bisa sampai menangis, atau bahkan ketiduran. Ini adalah reaksi tubuh yang sangat wajar,” jelas Prita.

Nah, dengan cara-cara di atas, semoga di bulan Ramadan dalam masa pandemi ini, Sahabat NOVA tetap sehat dan happy.(*)

 

Sumber: NOVA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *