BANDUNG [KP] – Makin maraknya pemberitaan dan dampak Covid 19, membuat Himpunan Psikologi (Himpsi) Wilayah Jawa Barat terpanggil memberikan panduan penanganan kondisi psikologis selama wabah Covid-19 sekarang, sebagai kontribusi keilmuan mereka di bidang psikologi.

Hal ini disampaikan Ketua HIMPSI Jabar, Aria Arayana Parasian Siregar, M.Psit MMHRM, Psikolog kepada redaksi kabarpublik.id melalui whatsapp, Jumat (27/03/2020).

“Membantu menjaga dan menenangkan masyarakat, untuk bisa beradaptasi dengan situasi perubahan yang terjadi, menjaga kekuatan mental masyarakat kita agar tetap produktif, kreatif sehingga kita bisa bangkit tidak hanya kembali ke kondisi semula. Dengan kondisi harus tinggal di rumah bagaimanapun menjadi sebuah tekanan tersendiri,” ujarnya.

Menurut Psikolog Aria Arayana, hal yang dilakukan Himpunan Psikkologi Jabar saat ini, membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan panduan penanganan kondisi psikologis selama masa di rumah berlangsung. Pertama, pengenalan stress pada diri dan bagiamana menanganinya, Kedua, membangun kondisi daya tahan keluarga dalam situasi Work From Home (WFH) dan Stay From Home (SFH) dan Ketiga, Menjaga diri tetap produktif selama WFH berlangsung.

Lebih lanjut Ketua HIMPSI Jabar, mengkoordinasikan konseling online. Pihaknya bekerjasama dengan 33 Biro/Konsultan Psikologi (sampai saat ini) di Jawa Barat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan konsultasi, termasuk dari petugas medis. (gambar pamplet biro) selain itu melakukan gerakan kepedulian melalui kegiatan internal HIMPSI Jabar menggalang dana untuk disumbangkan membantu lingkungan sosial terdekat seperti driver, petugas kebersihan dan lain sebagainya.

Aria pun sebutkan bahwa dalam proses ini, selain di bantu biro-biro psikologi, kami juga bekerja sama dengan asosiasi psikologi.

“Saat ini dengan Ikatan Psikologi Klinis Jawa Barat (IPK JABAR). Diharapkan bisa meluas dengan asosiasi lainnya.” tutupnya.#*[KP].

 

Sumber: Kabar Publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *