Ditulis dalam rangka memperingati Bulan Mei, sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Mental

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja.

Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional  yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun keatas, mencapai 6.1 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia, atau setara dengan 11 juta Jiwa.  Namun, kepedulian dan kesadaran  masyarakat terkait isu kesehatan mental masih sangat rendah, diketahui, bahwa sebesar 91% masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan jiwa tidak tertangani dengan baik,  dan hanya 9% sisanya yang dapat tertangani. Hal ini menuntut kesadaran dan kepedulian kita, untuk semakin terbuka dan peduli untuk saling berbagi informasi dan minimal pengetahuan, terkait isu kesehatan mental di Indonesia.

Apa itu kesehatan Mental?

Menurut WHO (World Health Organization), Kesehatan Mental adalah keadaan sejahtera, dimana setiap individu menyadari potensi dirinya, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Kesehatan mental mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial individu. Kesehatan mental akan mempengaruhi cara kita berpikir, merasa, dan bertindak, juga membantu menentukan bagaimana cara kita menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan yang sehat. Kesehatan mental penting di setiap tahap kehidupan, dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa.

Kesehatan mental dan kesejahteraan individu, sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kesehatan mental dan kesejahteraan yang positif, akan memungkinkan individu untuk berfungsi dengan baik, memiliki hubungan sosial yang bermakna, harga diri yang positif,  dan lebih mampu menghadapi pasang surut kehidupan.

Menjaga kesehatan mental dan pikiran, adalah bagian penting yang harus dilakukan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan individu secara keseluruhan. Penyakit mental, terutama depresi, meningkatkan risiko berbagai jenis masalah kesehatan fisik, terutama secara jangka panjang seperti stroke, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Demikian pula, adanya kondisi kronis pada penyakit fisik, dapat meningkatkan risiko penyakit mental.

Apa saja Faktor Penyebab Munculnya Masalah Kesehatan Mental?

Tidak ada penyebab tunggal untuk penyakit mental. Sejumlah faktor dapat berkontribusi pada risiko penyakit mental, diantaranya:

  • Pengalaman hidup di masa kanak- kanak, seperti trauma atau riwayat pelecehan (misalnya, pelecehan anak, kekerasan seksual, menyaksikan kekerasan, mengalami perundungan, kehilangan orang-orang yang dicintai, mengalami bencana, dll)
  • Pengalaman terkait kondisi medis lain yang sedang berlangsung dan bersifat kronis, atau menderita penyakit terminal seperti kanker atau diabetes, dll.
  • Faktor biologis, seperti gen atau ketidakseimbangan kimiawi di otak.
  • Penggunaan alkohol atau narkoba.
  • Memiliki sedikit Teman, kurang dalam kemampuan sosialisasi.
  • Memiliki perasaan kesepian atau terisolasi.

 
Aktifkan Hormon-hormon Bahagia agar Tetap Sehat Mental

Di dalam tubuh kita, terdapat beberapa hormon yang dikenal sebagai hormon bahagia. Hormon-hormon ini, akan sangat berpengaruh pada situasi dan suasana emosi individu, dan secara tidak langsung, akan sangat terkait dengan kesehatan mental individu. Hormon-hormon tersebut adalah:

1. Dopamin

Dopamine adalah hormon dan neurotransmitter (senyawa kimia otak) yang berkaitan dengan penghargaan diri, dan terkait dengan motivasi. Hormone ini bertanggung jawab dalam menentukan suasana perasaan, sebagai hormon kebahagiaan, selain mempengaruhi kesenangan diri, hormone dopamine berpengaruh terhadap kemampuan penalaran, daya ingat dan fungsi motorik.

Cara mengaktivasi Dopamin:

  • Jangan menunda menyelesaikan tugas dan menumpuk pekerjaan.
  • Lakukan aktivitas merawat diri sendiri.
  • Makan-makanan bernutrisi dan seimbang.
  • Rayakan setiap keberhasilan yang kita dapatkan, walaupun kecil.

 
2. Endorfin

Endorfin, sering disebut sebagai the painkiller atau pereda nyeri. Jadi tanpa bantuan obat pereda nyeri, sebetulnya tubuh sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk meredakan nyeri, dengan adanya endorphin. Endorphin bertanggung jawab untuk meredakan gejala kesakitan, depresi, stress dan kecemasan. Endorphin juga bertanggung jawab untuk membantu meningkatkan harga diri mengurangi berat badan dan mengurangi rasa sakit pada peristiwa persalinan.

Cara mengaktivasi Endorfin:

  • Tertawa.
  • Menghirup aroma terapi.
  • Menonton komedi.
  • Makan atau minum dark coklat.
  • Olahraga ringan.

 
3. Oksitosin

Oksitosin, disebut sebagai The Love Hormone, atau hormon cinta. Oksitosin akan diproduksi saat seseorang merasa jatuh cinta atau sedang melakukan aktivitas yang bernuansa afeksi dan kasih sayang. Oksitosin berperan dalam hubungan bernuansa romantic dan aktivitas seksual, juga membantu dalam proses persalinan, menyusui dan membangun kelekatan/bonding antara ibu dan anak.

Cara mengaktivasi Oksitosin:

  • Bermain dengan hewan peliharaan.
  • Bermain dengan bayi atau anak kecil.
  • Berpegangan tangan.
  • berpelukan.

 
4. Serotonin 

Serotonin, disebut jugaThe Mood Stabilizer. Merupakan hormon dan neurotransmitter seperti dopamine, yang bertanggung jawab untuk mengatur suasana hati dan mood atau suasana perasaan. Serotonin bertanggung jawab terhadap siklus tidur, selera makan, sistem pencernaan, kemampuan berpikir, bernalar dan daya ingat.

Cara mengaktivasi serotonin:

  • Beribadah atau bermeditasi.
  • Olahraga lari.
  • Berjemur dibawah sinar matahari.
  • Berjalan-jalan di alam.
  • Berenang.
  • bersepeda.

 
Tips Untuk Mengelola Kesehatan Mental

  1. Luangkan waktu untuk bertemu dengan Teman, orang yang kita cintai, atau orang yang kita percayai.
  2. Bicarakan dan ungkapkan perasaan secara terbuka, bersikaplah asertif, jika ada yang tidak menyenangkan
  3. Hindari mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, karena keduanya bisa mengganggu stabilitas senyawa kimia yang ada di otak, dan mempengaruhi suasana emosi
  4. Tetaplah aktif bergerak, bekerja, belajar, dan makan makanan bernutrisi, terutama protein tanpa lemak dan karbohidrat yang lambat diolah jika sudah mulai merasa stress
  5. Selalu temukan cara untuk mencoba berbagai aktivitas baru, dan tantanglah kemampuan kita untuk menemukan hal-hal yang baru, hindari rutinitas jika mulai mengganggu
  6. Luangkan waktu untuk bersantai dan menikmati hobi
  7. Bersikap realistis jika menentukan suatu tujuan atau target, biasakan ukur kemampuan diri
  8. Luangkan waktu untuk beristirahat dan menikmati hidup, bagilah waktu 24 jam kedalam 3 kegiatan. 8 jam produktif (belajar/bekerja/menghasilkan karya) , 8 jam waktu tenang (beribadah, melakukan hobi, bersantai dan bersosialisasi dengan orang lain, dan 8 jam untuk beristirahat.
  9. Sempatkan untuk melakukan olahraga ringan, minimal 3 kali seminggu, minimal selama 30 menit. Olahraga ringan akan menstimulasi sistem peredaran darah, dan sirkulasi darah ke otak. Hal ini bisa mencegah terjadinya potensi stress, dan gangguan penyakit fisik lainnya.
  10. Jika aktivitas-aktivitas di atas tidak mampu mengelola suasana emosi negatif dan sudah mulai merasa stress,  segera hubungi professional.

 

Referensi
https://atlasbiomed.com/blog/serotonin-and-other-happy-molecules-made-by-gut-bacteria/
https://egsa.geo.ugm.ac.id/2020/11/27/darurat-kesehatan-mental-bagi-remaja/
https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa.pdf
https://www.cdc.gov/mentalhealth/index.htm/
https://www.thinkmentalhealthwa.com.au/about-mental-health-wellbeing/

Neni Sholihat, S.Psi., M.Psi., Psikolog

A simple person with complicated mind